Lelaki Semenanjung

Mei 13, 2011

7

Menerawang senyap mata lelaki gagah itu. Berdiri di ujung semenanjung menembus tepi langit yang dibatasi garis merah tipis. Setipis harapannya bisa kembali ke tanah kelahirannya. Kudekati dia dan bertanya. Dijawabnya dengan senyuman dan diperdalam dengan kilat sorot mata yang membawaku menemukan jawaban. Sebenarnya, merah tanah ini sama dengan anyir tanah kelahirannya. Dingin hembus anginnya sama… [Read more…]

Posted in: Bercerita

Kisah Vanilla

Agustus 20, 2010

13

Hatinya telah jatuh kepada lelaki sederhana ini. Xanat bertemu dengan lelaki ini setahun lalu ketika ia melakukan perjalanan menuju pantai yang terletak di ujung teluk Meksiko. Sepanjang perjalanan di dalam kota, seperti biasa, tidak ada yang berani memandang wajahnya. Memandang wajah putri sang dewa adalah maut. Demikian Xanat, iapun tidak boleh secara langsung memandang rupa… [Read more…]

Posted in: Bercerita

Catatan untuk Anakku; Jikalau Kau Sudah Besar dan Pandai Membaca

Agustus 9, 2010

1

Raut wajahnya tergambar jelas melalui teropong pengintai ku. Sorot mata tajam dalam memandang, menandakan dia seorang yang tegas. Bening matanya menandakan dia bukan orang sembarangan di dunia pengetahuan. Ku ikuti kemanapun wajah itu pergi, tak lepas dari pengawasanku. Badannya tidak terlalu besar, malah termasuk kecil bagi ukuran fisik orang Indonesia. Tapi, tampak terlatih, trangginas. Gesik… [Read more…]

Posted in: Bercerita

Elips Hypatia

Agustus 6, 2010

0

”Apa penjelasan mudah dari gerak semesta?”, pertanyaan sederhana yang selalu mengusik si cerdas Hypatia. Sebenarnya Aristarchus sudah menjelaskannya berabad lampau melalui model heliosentrik. Sayangnya, buku-bukunya yang tersimpan di perpustakaan induk di Romawi habis terbakar sijago merah. Kini Hypatia pun menelusurinya di tempat yang jauh dari Romawi, pada sebuah agora di kota Alexandria. Sudah seharian Hypatia… [Read more…]

Posted in: Bercerita

Hachiko

Agustus 6, 2010

0

Dari surga dikirim kembali turun ke bumi. Hachi, begitulah dharma hidupmu di semesta ini. Empat ribu tahun telah kau habiskan di Bumi Selama itu pula kau beranak pinak turun menurun Mendharma bhakti pada tuanmu Tanah Akita membentuk darah Shogun mengalir dalam pengabdian Dari bumi naik ke surga dan dikirim kembali turun ke bumi. Hachi, begitulah… [Read more…]

Posted in: Berpuisi
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.