Malam mendekati tengah badan memuncak lelah. Kali ini mengisi acara sosialisasi cara dalam pemilihan umum 9 April nanti di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor. Acara selesai dengan dingin menyeruak pasca hujan. Dinginnya makin bertambah dengan basahnya celana jeans hingga ngilu terasa, apalagi ditambah angin malam yang ku tentang dengan motor berkecepatan 80 km perjam.
Sesampainya di Purwokerto, saya menyempatkan diri mampir di warnet. Mulai kubuka alamat situs satu per satu. Salah satunya, facebook. Sedang asyik masyuk, tiba-tiba ada kawan yang on line, namanya Frendy. Ia adalah salah satu kawan baruku yang ku kenal di Jogja sewaktu Kongres Mahasiswa Sosiologi Se-Jawa beberapa waktu lalu. Frendy datang sebagai delegasi dari Universitas Indonesia sedangkan saya perwakilan diri sendiri yang datang dari Universitas Jenderal Soedirman.
Tanpa banyak cingcong, inilah chat kami malam itu.
10:23pmFrendy
Frendy lampu-lampu jalanan menerjang malam, tak kenal kesunyian.
10:29pmNyam
tiada lelah dalam sunyi, cahaya datang dalam kelam
10:30pmFrendy
bagai suara dalam kesunyian, sang agung datang dalam suara yang sunyi
10:31pmNyam
adakah sang agung jika datangnya kita ketahui dengan pasti dalam kesunyian?
10:33pmFrendy
kesunyian mendatangi yang bergemuruh, suara yang selalu diagungkan kini.
akan tetapi sang agung datang dalam kesunyian suara, yang aku ketahui dalam kemeuruhan suara
dalam kegemuruhan suara
dalam gemuruh suara kurindukan yang sunyi
10:38pmNyam
sunyi menari dalam gemuruh yang melahirkan suara-suara yang tak sanggup kita bendung hingga kita agungkan tanpa perlu mendengar. tiada rindu yang jatuh tanpa kita naikkan hati…
10:42pmFrendy
berdiri dalam kesunyian yang agung, hingga ku terhenti menari, mencari siapa yang menggerakanku tadi ketika menari? yang kutemukan adalah kekosongan yang agung. Hanya Sang penari yang ada.
10:57pmNyam
menari diri dalam sepi untuk berlari dari jiwa yang mati dalam hati berdiri tanpa pasti pada bumi menyongsong esok yang kosong
11:08pmFrendy
aku hendak berlari dari yang ada, karena yang kutemukan adalah kekosongan
adakah memang dari kekosongan lahir sesuatu yang tiada kosong?
dalam sebuah kesuraman harapan akan esok,
kusongsong sebuah harapan kosong,
akankah esok Cahaya itu kan datang?
11:25pmNyam
berlari karena ada menuju ada dalam derap langkah yang bermula dari jejak pertama.adakah masih kelahiran dalam kekosongan pada sebuah harap akan hari esok yang selalu hadir dengan semburat cahya yang semakin lama semakin berkilau.
11:22pm
Frendy sedang kebingungan ‘mencari tubuhku’ yang hilang. Adakah dia dimana?
11:26pmNyam
adakah tubuh jika masih saja tanya akan badan selalu hadir dalam takdir?
11:28pmFrendy
haruskah memang cahaya lembut setiap harinya, yang kan terangi tubuh ini. agar yang samar-samar semakin menghilang, dan bayang-bayang semakin tersembunyi?
11:33pmNyam
cahaya hadir tanpa silau, hanya saja terkadang kita yang membuatnya silau dan membuatnya berpendar dalam pandangan mata yang tak mampu memandang hingga meninggalkan jejak kelam. demikian cahaya dalam menanti kelam.
Lelah memuncak amat sangat, mata sudah berair. Kusudahi saja.
Zep!
Purwokerto, 22 Februari 2009